Home / Artikel / IMPLEMENTASI KEGIATAN LITERASI DI SEKOLAH

IMPLEMENTASI KEGIATAN LITERASI DI SEKOLAH

Saat ini, kegiatan di sekolah ditengarai belum optimal mengembangkan kemampuan literasi warga sekolah, khususnya guru dan siswa. Hal ini disebabkan, antara lain oleh minimnya pemahaman warga sekolah terhadap pentingnya kemampuan literasi dalam kehidupan mereka serta minimnya penggunaan buku-buku di sekolah (selain buku-teks pelajaran). Kegiatan membaca di sekolah masih terbatas pada pembacaan buku teks pelajaran dan belum melibatkan jenis bacaan lain.

Untuk mengimplementasikan penumbuhan budaya literasi di sekolah diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: persiapan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut. Persiapan merupakan kegiatan menyiapkan bahan, personal, dan strategi pelaksanaan. Pelaksanaan merupakan operasionalisasi yang telah dipersiapkan. Pemantauan, evaluasi, tindak lanjut merupakan kegiatan untuk mengetahui efektivitas kegiatan literasi yang telah dilaksanakan. Tiga hal yang terakhir ini tidak akan dibahas di sini karena dapat dicermati dalam Desain Induk GLS (Wiedarti dan Kisyani-L., 2016).

Penumbuhan literasi di sekolah dapat dilakukan melalui kegiatan rutin dan kegiatan insidental. Kegiatan tersebut dilakukan dalam tiga tahapan literasi yaitu tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.

Untuk menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah diperlukan ekositem sekolah yang literat dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang yang perlu dimiliki oleh sekolah, antara lain:

  1. perpustakaan sekolah,
  2. perpustakaan kelas dan pojok baca di lingkungan sekolah,
  3. buku pengayaan,
  4. laman sekolah yang disertai interface literasi,
  5. akses internet di lingkungan sekolah,
  6. banner dan spanduk  penumbuhan budaya literasi diletakan pada sejumlah lokasi di sekolah,
  7. poster-poster budaya literasi di lingkungan sekolah, dan
  8. leaflet Gerakan Literasi di sekolah

Sebagaimana Desain Induk GLS, mengutip Clay (2001) dan Ferguson (www.bibliotech.us/pdfs/InfoLit.pdf), menjabarkan bahwa ,komponen literasi informasi terdiri atas literasi dini, literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi media, literasi teknologi, dan literasi visual. Dalam konteks Indonesia, literasi dini diperlukan sebagai dasar pemerolehan berliterasi tahap selanjutnya.

Apa sajakah jenis Literasi Dasar?

  1. Literasi Baca Tulis
  2. Literasi Numerasi
  3. Literasi Sains
  4. Literasi Digital/ TIK
  5. Literasi Finansial
  6. Literasi Budaya dan Kewargaan

Strategi Membangun Budaya Literasi ?

Pembangunan budaya literasi di sekolah hendaknya berfokus pada tigal hal sebagai berikut (Beers dkk, 2009).

  1. Mengkondisikan lingkungan fisik yang kaya literasi
  2. Mengupayakan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi yang literat
  3. Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat

(sumber : kemdikbud)

About adminsmk2

Check Also

Workshop MGMP/MGBK SMA, SMK dan PK-PLK Kab. Lombok Barat Tahun 2018

Kuripan (24/10/18) –Dalam rangka revitalisasi MGMP/MGBK SMA, SMK dan PK-PLK Se Kabupaten Lombok Barat Dinas …