Home / Artikel / Belajar Project Based Learning dari Presentasi Proyek Mahasiswa Magang Hochschule Rheinmain – Jerman di P4TK BOE Malang

Belajar Project Based Learning dari Presentasi Proyek Mahasiswa Magang Hochschule Rheinmain – Jerman di P4TK BOE Malang

Foto 1. Jajaran Pejabat P4TK BOE Malang

Hari Senin pagi, 10 April 2017 peserta keahliann ganda paket keahlian Permesinan, TSM, TKR dan TSM PB SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Malang mendapatkan undangan untuk mengikitu presentasi akhir mahasiswa Hochschule Rheinmain- Jerman yang magang kerja di P4TK BOE Malang. Program magang mahasiswa Jerman ini berlangsung sejak 11 Maret hingga 11 April 2017 dengan jumlah peserta 9 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu jurusan otomotif dan permesinan. Selama satu bulan mahasiswa tersebut menerapkan ilmu yang telah dipelajari dan pengalamannya dengan membuat suatu karya berupa produk dengan memanfaatkan fasilitas bengkel/ Laboratorium yang tersedia.

Jalannya acara dimulai dari pembawa acara yang menyampaikan susunan acara dari pembukaan, sambutan, presentasi dan tanya jawab dan diakhiri dengan penutupan.

Sambutan yang pertama yaitu dari Dr. Abdulrohim selaku kepala penyelenggara program magang mahasiswa Jerman. Tujuan diadakannya program ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan pelatihan yang berstandar internasional dengan menjalin kerjasama dengan universitas dari manca negara. Sambutan kedua sekaligus penutupan program magang oleh Dr. Sumarno. Pada awal sambutan beliau memperkenalkan satu persatu mahasiswa magang kepada seluruh hadirin. Beliau menyampaikan apa yang diharapkan oleh P4TK BOE dan yang dilakukan oleh mahasiswa magang untuk berinovasi, meningkatkan proses pembelajaran dan pelatihan sesuai bidang masing-masing.

Sesi selanjutnya adalah presentasi dan tanya jawab yang dipandu oleh 2 moderator. Pada sesi presentasi bagian pertama, Peter Kalden dan Lukas Nottarp memaparkan hasil produknya berupa brosur Informasi tentang kegiatan yang diselenggrakan di P4TK BOE Malang.

Foto 2. Presentasi Brosur Informasi tentang Kegiatan yang Diselenggrakan di P4TK BOE Malang.

Presentasi kedua yaitu Surface Roughness Tester Holder oleh Zekiye Fidanverdi. Mahasiswa magang bidang premesinan dituntut untuk membuat rancangan produk dan gambar kerja berbasis komputer (CAD), rancangan proses produksi berbasis komputer (CAM), proses produksi berbasis computer (CNC) dan perhitungan biaya.

Foto 3. Presentasi Surface Roughness Tester Holder

Foto 4. Surface Roughness Tester Holder

Presentasi ketiga adalah Grinding Wheel Balancer. Alat ini berfungsi untuk menyetel keseimbangan bobot batu gerinda yang berputar. Jika berat salah satu sisi batu gerinda tidak seimbang akan menimbulkan getaran dan merusak komponen bearing penyangga mesin gerinda.

Foto 5. Presentasi Grinding Wheel Balancer

Foto 6. Produk Grinding Wheel Balancer

Presentasi keempat yaitu Shaft Rotary Joint oleh Mounir Farik dan Mamzah Falah. Prinsip kerja alat ini adalah penyambungan dua buah benda (mengelas) dengan memanfaatkan panas dari gesekan kedua buah benda tersebut. Adapun caranya adalah menempatkan satu sisi benda kerja pada kepala tetap mesin bubut dan benda lain pada sisi kepala gerak. Benda kerja pada kepala tetap diputar dengan kecepatan putar ternentu dan benda kerja pada sisi kepala lepas di didorong dengan dongkrak hidrolik agar merapat dan menghasilkan panas dari gesekan. Pada akhirnya panas akibat gesekan akan menyatukan kedua benda kerja.

Foto 7. Presentasi Shaft Rotary Joint

Foto 8. Produk Shaft Rotary Joint

Presentasi kelima adalah Universal Sinus Table oleh Hassan Abdellaou dan Baris Arat. Alat ini berupa meja bantu pencekam benda kerja yang ditempatkan pada mesin frais/ milling. Alat ini dapat dapat diatur sudut bukaan dengan berbagai arah dan sudut kemiringan sehingga akan mempermudah proses pngerjaan frais/ milling.

Foto 9. Presentasi Universal Sinus Table

Foto 10. Produk Universal Sinus Table

Presentasi keenam dan terakhir yaitupada bidang otomotif, adalah Mohamed Bouy yang membuat proyek Development of a Catalytic Converter. Alat converter ini tidak memanfaatkan logam-logam mulia dalam mengkonversi gas buang seperti yang sudah digunakan dalam Catalytic Converter mesin modern, namun Mohamed Bouy memanfaatkan material lain yang lebih murah dan mudah didapatkan, yaitu tanah liat.

Foto 11. Presentasi Development of a Catalytic Converter

Foto 12. Produk Catalytic Converter

Demikian tadi liputan dan pemaparan singkat dari keenam produk karya mahasiswa magang Hochschule Rheinmain – Jerman di P4TK BOE Malang. It was a great experience for us.

Foto 13. Foto Bersama Mahasiswa Magang dengan Peserta Keahlian Ganda

Semoga bermanfaat.

Salam,

Irfan F. Wibisono

 

About adminsmk2

Check Also

Uji Kompetensi Siswa (UKK) SMK Sarana Mengukur Daya Saing Peserta Didik

SMK Bisa SMK Hebat jargon yang menjadi penyemangat bagi jutaan peserta didik sekolah menengah kejuruan …