Home / Artikel / STRATEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN

STRATEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN

Tujuan utama penggunaan strategi literasi dalam pembelajaran adalah untuk membangun pemahaman siswa, keterampilan menulis, dan keterampilan komunikasi secara menyeluruh. Selama ini berkembang pendapat bahwa literasi hanya ada dalam pembelajaran bahasa atau di kelas bahasa. Pendapat ini tentu saja tidak tepat karena literasi berkembang rimbun dalam bidang matematika, sains, ilmu sosial, teknik, seni, olahraga, kesehatan, ekonomi, agama, prakarya dll. (cf. Robb, L, 2003).

Konten dalam pembelajaran adalah apa yang diajarkan, adapun literasi adalah bagaimana mengajarkan konten tersebut. Oleh sebab itu, bidang-bidang yang telah disebutkan dan lintas bidang memerlukan strategi literasi dalam pembelajarannya. Strategi literasi dalam pembelajaran akan membentuk karakteristik siswa dan mengembangkan keterampilan abad ke-21 (keterampilan berpikir tingkat tinggi).

A.    Kecakapan Literasi

Agus Marwan menjelaskan, hidup di abad 21 adalah hidup di era informasi. Keterbukaan informasi yang nyaris tanpa batas menjadikan siswa harus berkecakapan literasi. Ragam mata pelajaran mengharuskan siswa mampu membaca dengan baik. Untuk itulah, kecakapan literasi menjadi penting. Literasi membantu siswa memahami teks lisan, tulisan, audio, maupun gambar atau visual. Dengan demikian, semakin baik literasi siswa, semakin baik pula prestasi belajarnya “Pengertian literasi ti­dak hanya membaca dan menulis tetapi juga mampu meng­gali, mengolah, meng­iden­ti­fi­kasi dan menggunakan informasi yang kita per­oleh ke dalam bentuk sikap dan mengkomunikasikannya kepada orang lain,” (http://sorotdaerah.net/perlunya-anak-menguasai-kecakapan-literasi-di-abad-21/)

Melalui kegiatan pembelajaran (pendahuluan, inti, dan penutup) guru dapat merencanakan kegiatan yang dapat meningkatkan kecakapan literasi siswa sebagai berikut:

  1. Siswa mampu melakukan prediksi terhadap materi pembelajaran atau bacaan.
  2. Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahamannya dengan menggunakan petunjuk visual atau tulisan).
  3. Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam bacaan sertamendeskripsikannya dengan baik.
  4. Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal dan tulisan.

 

Selama proses pembelajaran, pada tahap-tahap pembelajaran baik pada pendahuluan, inti pembelajaran maupun pada tahap penutup, guru seharusnya merencanakan pembelajaran dan dapat mempraktikkan aktivitas yang dapat meningkatkan kecakapan literasi. Hal tersebut dapat dilakukan dalam Strategi Literasi dalam Pembelajaran yang menurut Wilson dan Chavez (2014), meliputi Strategi Pemahaman Wacana/ teks dan Pengembangan Kompetensi Representasi Multimoda, yang dijelaskan sebagai berikut:

Strategi Pemahaman Wacana/ Teks, yang meliputi pemahaman terhadap teks baik sebelum, ketika membaca maupun setelah membaca, yang masing-masing berupa kecakapan-kecakapan sebagai berikut.

Sebelum Membaca, siswa mampu:

  1. membuat memprediksi, yaitu mampu memperkirakan isi bacaan menggunakan fitur (gambar, judul, jenis, sumber bacaan) pada bagian preliminari bacaan (sampul/bagian judul/ halaman-halaman awal, dll.), dan
  2. mengidentifikasi tujuan membaca, antara lain dapat menyusun daftar pertanyaan (minimal 3) tentang hal-hal yang mereka ingin ketahui dari bacaan; atau melakukan curah gagasan tentang hal-hal yang mereka sudah atau ingin ketahui terkait bacaan.

Ketika Membaca, siswa mampu:

1. mengidentifikasi informasi yang relevan, antara lain menggunakan fitur-fitur bacaan (paragraf, ide pokok, ide pendukung, kosakata, jenis, struktur teks, elemen visual dll) untuk memahami bacaan, mengidentifikasi ide dan argumen yang penting pada bacaan;

  1. memvisualisasi, antara lain menerapkan strategi membaca untuk mengingat informasi penting pada bacaan, menyajikan dalam moda yang lain;
  2. membuat inferensi (mengembangkan pemahamannya dengan menggunakan petunjuk visual atau tulisan); dan
  3. membuat keterkaitan, antara lain menerapkan strategi membaca untuk mengingat informasi penting pada bacaan.

Setelah membaca, siswa mampu:

  1. membuat ringkasan, antara lain menjawab pertanyaan terkait bacaan, mengkomunikasikan pemahamannya terhadap bacaan secara verbal dan gambar/tulisan, berpartisipasi terhadap kegiatan tindak lanjut setelah membaca;
  2. mengevaluasi teks, antara lain, mengkomunikasikan tanggapannya terhadap bacaan secara verbal dan gambar/tulisan; mengkomunikasikan analisis dan evaluasinya terhadap bacaan secara verbal dan gambar/tulisan; dan
  3. mengkonfirmasi, merevisi atau menolak prediksi, antara lain, mampu membuat pertanyaan terhadap atau terkait bacaan, mampu mengembangkan pengetahuan terkait bacaan melalui riset lanjut terhadap bacaan lain yang relevan.

 

Kompetensi Representasi Multimoda, siswa mampu meliputi:

  1. mengubah dari satu moda ke moda lain;
  2. menjelaskan keterkaitan antara satu dan dua moda untuk mengkomunikasi pesan yang sama;
  3. memerikan (menceritakan/ melukiskan/ mengatakan bagaimana representasi yang berbeda menjelaskan fenomena yang sama dengan cara yang berbeda;
  4. memilih, mengkombinasikan, dan/atau menghasilkan representasi yang standard an non standar untuk mengkomunikasikan konsep tertentu; dan
  5. mengevaluasi representasi multimoda dan menjelaskan mengapa satu representasi lebih efektif daripada representasi lain untuk tujuan tertentu

 

B.    Strategi Literasi Dalam Pembelajaran

Sumber : Kemdikbud

About adminsmk2

Check Also

Uji Kompetensi Siswa (UKK) SMK Sarana Mengukur Daya Saing Peserta Didik

SMK Bisa SMK Hebat jargon yang menjadi penyemangat bagi jutaan peserta didik sekolah menengah kejuruan …