Home / Artikel / Tentang Peka Sinergi, Lembaga Pengembang Teknik Energi Terbarukan (TET)

Tentang Peka Sinergi, Lembaga Pengembang Teknik Energi Terbarukan (TET)

Gambar 1. Logo Pekas Sinergi (sumber: www.peka-sinergi.com)

Transisi ke teknologi energi terbarukan TET memainkan peran kunci dalam komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, menyelesaikan elektrifikasi negara dan maju menuju kedaulatan energi. Pemerintah Rencana Energi Nasional (Peraturan No. 79/2014) telah menetapkan target untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam bauran energi dari saat ini 6% untuk setidaknya untuk 23% pada tahun 2025. Perluasan TET merupakan komponen penting dari kemajuan Indonesia menuju kedaulatan energi, dan sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan Tujuan nomor 7: menjamin akses ke energi yang terjangkau, handal, berkelanjutan dan modern untuk semua. Sehingga Indonesia akan membutuhkan tenaga kerja berpengetahuan dan terampil untuk merancang, menginstal, mengoperasikan, memperbaiki dan memelihara sistem energi baru. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan bahwa Indonesia akan membutuhkan tambahan 70.000 profesional energi terbarukan pada tahun 2025. Untuk menjawab tantangan tersebut Peka Sinergi mengembangkan sistem pelatihan dan sertifikasi untuk tenaga kerja teknologi energi terbarukan di Indonesia.

Gambar 2. Logo Lembaga-lembaga yang terkait dengan Peka Sinergi (Sumber: sumber: www.peka-sinergi.com)

PEKA SINERGI menangani kebutuhan perkembangan Indonesia dengan mengembangkan sistem pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja teknologi energi terbarukan. Didanai oleh Hibah Pengetahuan Hijau di bawah Millennium Challenge Account – Indonesia (MCAI), proyek akan mengembangkan standar kompetensi nasional bagi para profesional TET (Standar Kompetensi Kerja Nasional KHUSUS – SKKK), pelatih bersertifikat dan penilai untuk TET dan Lembaga Sertifikasi Profesi – LSP. Diluncurkan pada bulan September 2015, proyek ini sedang mengembangkan standar kompetensi bagi para profesional di empat bidang (surya, angin, air, biomassa). Bekerjasama dengan lembaga pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi di Technical Education Development Center Bandung (TEDC Bandung), Universitas Mataram (UNRAM) dan sebagai sasaran SMK di Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat.

Gambar 3. Peta Lokasi Lembaga dan SMK Proyek Percontohan TET di Lombok dan Bidang Teknologinya (sumber: www.peka-sinergi.com)

Guru dari dua belas SMK akan dilatih dalam kompetensi TET, dan sekolah akan disediakan dengan peralatan sehingga dapat melatih siswa mereka untuk pekerjaan di angkatan kerja TET. UNRAM dan TEDC akan dilengkapi dengan fasilitas belajar TET dan didirikan sebagai pusat penilaian TET (Tempat Unji Kompetensi – TUK) mampu menawarkan program pelatihan dan sertifikasi untuk lulusan baru dan orang-orang yang sudah dalam angkatan kerja.  Pada akhir periode proyek, PEKA Singergi akan menghasilkan standar kompetensi nasional bagi para profesional TET (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia – SKKNI), pelatih bersertifikat dan penilai untuk TET, dan asosiasi TET profesional (Lembaga Sertifikasi Profesi – LSP). Guru dari dua belas SMK akan dilatih dalam kompetensi TET, dan sekolah akan disediakan dengan peralatan sehingga mereka dapat melatih siswa mereka untuk pekerjaan di angkatan kerja TET. UNRAM dan TEDC akan dilengkapi dengan fasilitas TETT dan didirikan sebagai pusat penilaian TET (Tempat Uji Kompetensi – TUK) mampu menawarkan program pelatihan dan sertifikasi untuk kedua lulusan baru dan orang-orang yang sudah dalam angkatan kerja.

Adapun 12 SMK percontohan di Lombok Barat tersebut antara lain:

  1. SMKN 1 Bayan – Kab. Lombok Utara
  2. SMKN 1 Tanjung – Kab. Lombok Utara
  3. SMKN 3 Mataram – Kota Mataram
  4. SMKN 1 Batukliang Utara – Kab. Lombok Tengah
  5. SMKN 1 Kopang – Kab. Lombok Tengah
  6. SMKN 2 Praya Tengah – Kab. Lombok Tengah
  7. SMKN 1 Pringgabaya – Kab. Lombok Timur
  8. SMKN 1 Sakra – Kab. Lombok Timur
  9. SMKN 1 Kuripan – Kab. Lombok Barat
  10. SMKN 2 Kuripan – Kab. Lombok Barat
  11. SMKN 1 Lingsar – Kab. Lombok Barat
  12. SMK Al Bayan NW – Kab. Lombok Utara

Gambar 4. Pembelajaran Teknik Pembangkit Tenaga Listrik di SMKN 2 Kuripan (sumber: www.peka-sinergi.com)

SMKN 2 Kuripan sebagai salah satu SMK percontohan proyek TET didirikan sejak tahun 1999, di atas lahan seluas 3 hektar. Saat ini SMKN 2 Kuripan menyediakan 10 jurusan atau program keahlian: Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Permesinan, Teknik Audio Video, Teknik  Elektronik Industri, Teknik Jaringan Komputer, Multi media, Teknik Pendingin Tata Udara, dan Teknik Gambar Banguna. Pada tahun ajaran 2016/2017, SMKN 2 Kuripan memiliki 1138 peserta didik, yang terdiri dari 87,4 persen laki-laki dan 12,6 persen perempuan. SMKN 2 Kuripan memiliki 113 guru (PNS dan non-PNS), 43 persen di antaranya adalah perempuan. Sekolah ini dilengkapi dengan laboratorium dan bengkel/ laboratorium praktik pada masing-masing jurusan, dan rencananya akan membuka jurusan Teknik Energi Hydro pada tahun akademik 2017/2018.

Diterjemahkan secara bebas berdasarkan siaran pada laman www.peka-sinergi.com

Semoga bermanfaat.
Salam,
Irfan Wibisono

About adminsmk2

Check Also

Uji Kompetensi Siswa (UKK) SMK Sarana Mengukur Daya Saing Peserta Didik

SMK Bisa SMK Hebat jargon yang menjadi penyemangat bagi jutaan peserta didik sekolah menengah kejuruan …