Home / Artikel / Uji Kompetensi Siswa (UKK) SMK Sarana Mengukur Daya Saing Peserta Didik

Uji Kompetensi Siswa (UKK) SMK Sarana Mengukur Daya Saing Peserta Didik

SMK Bisa SMK Hebat jargon yang menjadi penyemangat bagi jutaan peserta didik sekolah menengah kejuruan (SMK),  seluruh  peserta didik SMK se-Indonesia pasti mengenalnya. Harapan mewujudkan anak SMK yang “BISA”  dan yang “HEBAT” bukanlah isapan jempol. SMK memiliki ratusan program keahlian dan kompetensi keahlian yang dapat dipilih oleh semua anak lulusan SMP sederajat untuk belajar di SMK selama 3 atau 4 tahun. Dengan berbekal mata pelajaran kelompok nasional, kewilayahan dan kejuruan/peminatan sebagai jembatan untuk mencapai kompetensi lulusan SMK yang kompeten dan mampu berdaya saing.

Salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kompetensi kejuruan peserta didik SMK melalui Uji Kompetensi Keahlian ( UKK ). Ujian praktik kejuruan ini wajib diikuti seluruh peserta didik SMK dengan mempraktikan keahlian sesuai dengan kompetensi keahlian yang ditekuni. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK. UKK terdiri dari Ujian Praktik Kejuruan yang umumnya diselenggarakan sebelum pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Ujian Nasional secara serentak.

Ujian Praktik Kejuruan (UKK) dilaksanakan dengan  menggunakan standar yang ditetapkan oleh industri, Lembaga Sertifikasi Profesi dan perangkat uji yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tempat-tempat uji kompetensi. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan UKK harus dinyatakan layak sebagai tempat uji kompetensi oleh koordinator Ujian Nasional Tingkat Provinsi atau Lembaga Sertifikasi Profesi. Perangkat ujian praktik yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersifat terbuka dan peserta uji dapat berlatih menggunakan perangkat ujian tersebut sebelum pelaksanaan ujian.

Hasil ujian Kompetensi Keahlian dari peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan, sedangkan bagi stakeholder akan dijadikan sebagai informasi atas kompetensi yang dimiliki  calon tenaga kerja, untuk itu diperlukan perangkat dan mekanisme untuk memperkuat pengakuan dari pihak stakeholder.Mekanisme dan proses pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan diselenggarakan dengan pendekatan berbasis kompetensi dan dirancang agar relevan dengan kebutuhan kompetensi yang dipersyaratkan dunia kerja. Dalam implementasinya peserta didik memperoleh pengalaman belajar untuk dapat mengembangkan potensi masing-masing dan menguasai secara tuntas (mastery) tahap demi tahap kompetensi-kompetensi yang sedang dipelajarinya. Salah satu strategi pembelajaran di SMK yaitu pembelajaran yang dirancang untuk dapat dilaksanakan dalam bentuk bekerja langsung dalam proses produksi sebagai wahana pembelajaran (production-based training) agar peserta didik mendapat pengalaman bekerja sekaligus mengasah kompetensinya.

(berbagai sumber)

About adminsmk2

Check Also

Pembelajaran Praktik Kerja Lapangan di SMK

Proses Pembelajaran diselenggarakan dengan berbasis aktivitas secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik. …