Home / Artikel / Waras Kamdi, Guru Besar UM: “Jadikan Sekolah Sebagai Rumah Inovasi untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa”

Waras Kamdi, Guru Besar UM: “Jadikan Sekolah Sebagai Rumah Inovasi untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa”

Pada Seminar Nasional di P4TK BOE Malang dengan tema “Sinergi Pengembangan Pendidikan Vokasi di Era Masyarakat Ekonomi Asean”, 6 Mei 2017 Prof. Waras Kamdi, M. Pd., Guru Besar UM memaparkan materi Inovasi Pendidikan Vokasi. Pentingnya materi Inovasi Pendidikan Vokasi didasari oleh adanya:

Pertama; Mainstream TVET (Technical Vocational Education and Training ) dan Fenomena Kekinian & Perkembangan TVET di Berbagai Negara, sebagai contoh:

  1. Jerman: Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal pasar tenaga kerja antara dua jalur pendidikan di Jerman Timur (KRIVET, 2008)
  2. Belanda: Sekitar setengah juta anak muda tertahan dalam ‘system transisi’ (Spöttl & Windelband, 2013)
  3. Tazmania: Mendapat upah tinggi bagi yang melanjutkan ke universitas di Tanzania (Kahyarara & Teal, 2008)
  4. Thailand: Lulusan SMK mendapat upah tinggi (Moenjak & Worswick, 2003).
  5. Afrika Selatan: TVET Afrika Selatan sejak 1980-an dengan acuan standar NQF dan pendekatan demand-driven, pada akhirnya gagal (Allais, 2012)
  6. Mesir: Lulusan SMK mendapat upah tinggi di Mesir (El-Hamidi, 2006 )
  7. Suriname: Lulusan sekolah umum mendapat upah lebih tinggi di Surimane (Horowitz & Schenzler, 1999)
  8. Rumania: Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal pasar tenaga kerja antara SMA dan SMK (Malamud & Pop-Eleches,2008)
  9. Indonesia: Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal pasar tenaga kerja antara SMA dan SMK (Chen, 2009)

Kedua; Perubahan Paradigma Belajar pada TVET

Berdasarkan perkembangan pendidikan vokasi dan kebekerjaan di berbagai negara, maka pendidikan vokasi di Indonesia saat ini sedang melaksanakan Revitalisasi Pendidikan Vokasi. Revitalisasi Pendidikan Vokasi diperlukan karena:

  1. Kecepatan dan kecekatan (agility) dipandang positif dan baik sehingga kecepatan, keringkasan, dan kependekan serta kepraktisan menjadi tolok ukur baik
  2. Bentuk dan jenis pekerjaan, dan profesi berubah sedemikian cepatnya, sering tidak terduga, dan turbulens
  3. Segala sesuatu bertumpu pada pengetahuan
  4. Revolusi Pengetahuan (Dunia padat pengetahuan, Jutaan artikel pengetahuan baru di dalam tiap bidang muncul tiap hari).
  5. Adanya ststistik yang menunjukkan tren penurunan kebekerjaan lulusan SMK

Proporsi Jumlah Pengangguran Lulusan SMK Terhadap Total Pengangguran (1996 – 2016)

Sumber: Sakernas 1996 – 2016 (Jika ada 2 data digunakan yang bulan Februari)

Peningkatan Angkatan Kerja Lulusan SMA dan SMK

Ketiga; Era Industri Informasi

Ditengah era keterbukaan informasi dengan adanya internet perkembangan ilmu pengetahuan berjalan begitu cepatnya. Sehingga industry pada bidang informasi tumbuh berkembang dengan pesatnya. Era industry informasi ini tentu menuntut keterampilan khusus, diantaranya:

  1. Memiliki kapabilitas pada bidang keahliannya (berpikir kritis, kreatif, inovatif dan pemecah masalah)
  2. Cakap komunikasi dan bekerja sama
  3. Resourceful dan digital literate
  4. Memiliki integritas dan karakter global citizen

Keempat; Preferensi Belajar Generasi Baru “Z”

Pada gambar diatas menunjukkan generasi Z menginginkan hobi atau mimpinya sebagai sebuah pekerjaan paruh waktu ataupun pekerjaan professional penuh di masa depan. Ilustrasi menunjukkan 42% generasi Z ingin melakukan sesuatu yang seluruhnya baru sebagai profesi untuk menunjukkan identitas diri, 31% ingin melakukan wirausaha dengan caranya sendiri dan 37% berharap untuk menjadikan hobi sebagai perkejaan yang menghasilkan.

Kelima; Inovasi Sekolah kejuruan/ Vokasi di Indonesia

Inovasi Sekolah kejuruan menitikberatkan pada 2 bidang yaitu:

  1. Flatform Dual-System. Dual sistem ini berupa pendidikan ganda yaitu yang dilaksanakan di sekolah dan di industry
  2. Flatform SMK sebagai Rumah Inovasi. SMK sebagai sekolah pendidikan vokasi diharapkan juga sebagai sebagai rumah inovasi ditegah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Diharapkan dengan adanya inovasi SMK baik dari sisi pengelolaanya maupun pembelajarannya mampu meningkatkan daya saing terhadap bangsa-bangsa lain. Pendidikan vokasi di Indonesia saat ini mengedepankan 5 bidang unggulan yaitu: Pertanian, Kemaritiman, Pariwisata, Industri Kreatif dan Energi yang merupakan ciri khas kondisi alam dan masyarakat di Indonesia.

Demikian pemaparan yang disampaikan oleh Prof. Waras Kamdi, M. Pd., Guru Besar UM sekaligus Ketua Kelompok Kerja Revitalisasi SMK. Semoga bermanfaat.

 

Irfan F. Wibisono

 

About adminsmk2

Check Also

Uji Kompetensi Siswa (UKK) SMK Sarana Mengukur Daya Saing Peserta Didik

SMK Bisa SMK Hebat jargon yang menjadi penyemangat bagi jutaan peserta didik sekolah menengah kejuruan …